Dua Sisi yang Menghantam Dunia IT
![]() |
| Sumber Gambar: Restoran Aldi C/O Y&Y Sdn Bhd |
Darurat: Dunia Indomie Telor Indonesia sedang dalam cengkraman kaum kapitalis! DIkit-dikit bayar, dikit-dikit harus jilat-jilat hormat, dikit-dikit harus menghamba membudakkan diri sehina-hinanya!
Ilmu IT atau Indomie Telor sebenarnya dalam titik nadir paling bawah. Dia sudah jadi komoditi menjanjikan dalam mempertebal pundi-pundi celana. Bahwa esensi dari Indomie Telor atau IT yang 'mempermudah kehidupan' bangsa kini jadi sumber utama dalam hidup! Bahkan konon ada suatu parlemen di dunia yang menyediakan dana 10 Miliar pertahun demi kelangsungan operasional ITnya!
Lupakan defenisi kapitalis yang panjang lebar itu. Sekarang dengan memaksa, harusnya samakan persepsi bahwa: Kapitalis itu adalah pemikiran yang dikit-dikit uang, dikit-dikit harus ada balasan atas kerja yang telah dilakukan, dikit-dikit harus ada untung sebesar-besarnya dari modal sekecil-kecilnya dengan menghapuskan resiko kerugian. Bahkan dalam berkehidupan IT. Haruslah dipikir bahwa dalam berkecimpung dalam IT itu harus bisa meraup untung sebanyak-banyaknya, mendapat akses uang sebanyak-banyaknya, atau yang paling halus jadi 'terkenal' dan 'populer'
Sebenarnya memang dunia Indomie Telor ini tidaklah begitu suram. Ada juga gerakan-gerakan tikus got yang bergerak diam-diam dikubangan menjijikan dalam pekatnya air got. Setidak-tidaknya mulai 2012, gerakan tikus got ini mulai ramai menyesaki kehidupan manusia maya.
Tikus-tikus got ini mulai menggantikan gerakan Fawkesnisme yang sebelum tahun 2012 merajalela.
Perlu dicatat Tikus got ini suka make-make topeng Fawkes, tapi mereka tidak pernah tahu esensi sebenarnya dari Fawkesnisme itu sendiri. Tikus got ini suka ngubah-ngubah wujud wajah, suka main kartu, dan terlebih mereka rata-rata intropet! Ini nyata, gerakan tikus got yang dianggap 'Cahaya' bagi dunia Indomie Telor malah jadi tikus kremi dalam tikus got.
Tapi ada yang mantap dari tikus got itu adalah mereka memperjuangkan kebebasan (baca: gretongan) bagi setiap umat manusia dalam mengakses Indomie Telor dalam hidupnya! Tentu saja hal itu seperti ganja, ya. Yang dimana harus ada akses kusus. Harus ada 'harga' dan maaf, harga bukan selalu uang. Dia bisa berupa ngemis-ngemis, menjilat-jilat, atau bahkan jadi budak dari tikus got itu sendiri.
Kini saatnya untuk merapatkan barisan dan sadar bahwa kemurnian dari Indomie Telor sudah dinodai dari dua sisi, oleh Kapitalis dan TIkus-tikus got. Rapatkan barisan, Jenderal.


Mantap gan, thanks untuk informasi nya..
BalasHapusHahaha kirain apa ternyata indome telor.
BalasHapus