Perbedaan Peran dan Posisi Dalam Sepakbola
Semua orang suka bermain sepakbola. Saat kecil, kita biasa memainkan sepakbola dimana saja. Ada ruang kosong dimana saja, bisa disulap menjadi lapangan. Saat itu, kita bisa bermain sebagai apa saja. Tak ada istilah striker, midfielder, back, bahkan keeper. Hanya ada satu tujuan, yaitu mencetak gol dan mendapatkan kesenangan batin yang menghiasi masa kecil kita. Pembahasan sepakbola sewaktu kecil dahulu juga tidak terlalu berat, hanya membahas bagaimana proses terjadinya gol suatu tim.
Beranjak dewasa, setahap demi setahap dan juga karena warisan turun-temurun dari masyarakat Indonesia, bahkan dunia, yang gemar sepakbola maka pengetahuan kita akan sepakbola sedikit demi sedikit akan bertambah. Yang waktu kecil dahulu hanya membicarakan tenang gol, mulailah membicarakan hal teknis sepakbola lebih lanjut. Formasi apa yang dipakai, Siapa yang juara dalam suatu kompetisi domestik sepakbola disuatu negara, dan yang paling menarik adalah tentang kepindahan suatu pemain dari klub sepakbola asalnya menuju klub lain. Kita juga sudah mulai menaruh cinta pada klub sepakbola tertentu, bahkan bisa dikatakan cinta pertama seorang pria adalah klub sepakbola.
Dari sekian banyak pembahasan, ada masalah menarik yang terkadang membuat perdebatan sengit saat kita sedang duduk santai bersama kawan. Playmaker itu apa?
Kata playmaker sering terucap dalam pemberitaan tentang sepakbola, maupun analisis yang hampir dijadi-jadikan saat kita mengobrol santai dengan teman. Banyak juga yang menafsirkan playmaker sebagai pemain kunci dalam suatu permainan sepakbola. Ketika ditanya posisi playmaker dalam suatu formasi, banyak yang akan menjawab berposisi sebagai gelandang. Kadang dikhususkan lagi menjadi gelandang serang.
Adalagi yang membicarakan tentang target man. Katanya, target man adalah striker yang bermain tunggal dalam suatu formasi. Misal, dalam formasi 4-5-1 atau 4-2-3-1.
Hal - hal yang ada diatas adalah bentuk dari percampur-adukan antara peran dan posisi pemain.
Posisi dasar dalam pemain sepakbola ada 4, yaitu Penjaga gawang(Kiper), pemain belakang, gelandang, dan penyerang. Dibagi lagi menjadi bek kiri, bek kanan, bek tengah, gelandang bertahan, gelandang tengah, gelandang serang, penyerang sayap, penyerang tengah. Semua hal itu adalah hanya posisi dimana pemain tersebut ditempatkan, bukan bagaimana cara mereka bermain. Contoh, sering terdengar istilah Winger.
Namun, dimanakah posisi seorang winger? Banyak yang akan menjawab, posisi winger adalah seorang penyerang. Memang betul seorang winger adalah penyerang, namun tidak salah ketika kita juga menyebut winger bisa ditempatkan diposisi gelandang, bahkan menjadi pemain belakang.
Winger adalah peran. Para Winger berperan menyisir sisi kanan atau kiri lapangan. Mereka mengeksploitasi sisi lebar lapangan dan menusuk ke jantung pertahanan musuh. Yang membuat beda para winger ini adalah area mereka bekerja. Winger yang ditempatkan di posisi penyerang akan terfokus dalam menyisir sisi lapangan dan menusuk ke jantung pertahanan musuh. Sementara winger yang ditempatkan diposisi gelandang disebut wide midfielder yang juga bertugas untuk menyisir sisi lapangan. Winger yang ditempatkan di belakang disebut wing-back. Tugasnya juga sama, menyisir sisi lapangan dan membantu penyerangan.
Hal ini berarti bahwa peran dari setiap pemain sepakbola itu tidak bergantung pada posisinya, namun peran dari setiap pemain itu dipengaruhi oleh posisinya. Kita ambil lagi satu contoh peran yang akhir-akhir ini muncul dalam dunia sepakbola.
Raumdeuter. Raumdeuter itu apa? Raumdeuter adalah peran dalam sepakbola dimana seorang pemain bertugas untuk membuka dan mencari ruang bagi rekannya. Raumdeuter berasal dari bahasa jerman yang berarti "space interpreter" [penafsir ruang], atau kadang juga disebut "space investigator" [penyelidik ruang] -- mungkin frase "juru ruang" juga bisa digunakan. Thomas Mueller, merupakan seorang penyerang yang memainkan peran ini, bahkan dialah yang menciptakan peran ini.
Dalam wawancara dengan wartawan dari Sueddeutsche Zeitung, Andres Burkert, pada Januari 2011 silam, Mueller menggambarkan dirinya sebagai seorang raumdeuter. Raumdeuter adalah murni sebuah peran, karena itu apa bila kita jeli melihat-lihat Thomas Mueller bermain, selain dia ditempatkan sebagai penyerang, dia juga ditempatkan sebagai gelandang serang. Saat ditempatkan di posisi itu, justru Muller tidak memainkan peran yang seharusnya dilakukan pada posisi itu. Mueller tidak menyisir sisi lapangan selayaknya winger saat ditempatkan di posisi sayap, Muller pun jarang melepaskan umpan terobosan saat ditempatkan sebagai gelandang serang. Mueller adalah seorang Raumdeuter, sang penafsir ruang, yang memberi ruang bagi rekan-rekannya untuk bergerak. Ia bebas meninggalkan posnya selama 90 menit, dan tiba-tiba mencetak gol yang tugas utama dari peran seorang striker. Ataupun kadang dia justru melepaskan assist bagi rekannya. Mueller adalah salah satu penyerang yang menciptakan perannya dari posisinya, yang awalnya seorang penyerang yang mencari-cari ruang untuk mencetak gol, dikembangkan menjadi seorang penyerang yang menciptakan ruang, berkembang lagi menjadi pemain yang menciptakan ruang bagi rekan-rekannya dimana saja.
Apa yang dilakukan Muller, sedikit-tidaknya membuka wawasan kita akan perbedaan antara peran dan posisi dalam sepakbola. Posisi kita saat bermain sepakbola akan menentukan peran kita sebagai apa, namun peran tidak akan menentukan posisi kita bermain. Posisi hanya menjadi dasar dalam bermain sepakbola. Selanjutnya, peran kita disana bisa disesuaikan. Seperti Thomas Mueller, yang menciptakan peran Raumdeuter dari posisinya sebagai seorang striker, yang selanjutnya menjadi sebuah peran dalam sepakbola yang tidak bergantung pada posisi.


Tidak ada komentar