Header Ads

Blitzkrieg, Siluet Masa Lalu Gegenpressing





sumber gambar: www.bombastis.com

Blitzkrieg, adalah suatu 'mahakarya' agung dalam peperangan, dimana ia menjadi suatu hal yang mampu membuat Hitler dapat mendongkakan kepala di Villa damainya yang terpaku dingin diantara tumpukan pegunungan Alpen. Republik Weimar, negara pesakitan yang menimbun dendam karena terpaksa harus mengiyakan perjanjian "paling persetan" yang pernah ada di dunia, Perjanjian Versailles, saat itu merasa mampu menunjukkan "akulah rajanya!" kepada seluruh marga dan warga di Eropa. Mendadak, roh Frederick yang Agung, Kaisar Prussia pertama merasuki tubuh para tentara Jerman saat menyisir Eropa, dengan 'damai'. Dari kota bebas Danzig, negara Perancis, Belgia, Belanda, Austria, Bohemia, Livonia, Denmark, Leningrad, sampai, yah, Stalingrad yang membuat aura magis dari Blitzkrieg itu hilang.

Memangnya apa itu Blitzkrieg? Secara singkat, Blitzkrieg itu adalah sebuah taktik perang. Taktik perang yang mengunikkan dirinya sendiri, ketika taktik perang pada zaman itu, eh, zaman apa ya? Perang Dunia II/Kedua. Perang Dunia yang membuat dunia ini seperti medan laga abadi, bukan 90 menit, apalagi 2 kali 15 menit.

Dulu, perang itu tidak ada seninya, dan kaku. Perang adalah aksi unjuk rasa hasrat alamiah manusia untuk bertindak barbar dan berperilaku diluar kemanusiaan. Perang adalah usaha untuk menumpuk manusia (dan teknologi) sebanyak-banyaknya demi kebinasaan musuh.

Namun, Blitzkrieg datang, mencerahkan otak Hitler, dan berkata, "Hei Hitler, perang itu bukan untuk membunuh, membinasakan, tapi untuk menaklukan, taklukan dengan cepat musuhmu!"


Blitzkrieg bermakna "Perang Kilat", yang jelas tujuan utamanya adalah menaklukan musuh secara kilat, bukan pemusnahan.

Singkatnya, Taktik/Strategi (apakah saya akan dilaknat oleh pemerhati bahasa karena menyamakan makna definif dari Taktik dan Strategi?) Blitzkrieg adalah dengan melakukan penyebaran pasukan, jadi Angkatan darat, udara, dan laut melakukan tugasnya secara terpisah dan menyerang musuh serta pra-sarana dan sarana mereka dalam melakukan peperangan. Angkatan Udara , Darat, dan Laut itu dibagi lagi kedalam suatu kesatuan kecil yang tugaskan untuk menyerang target yang lagi,  sudah dipisahkan dalam kesatuan kecil.

Itulah yang membuat, seperti kita Tahu, Jerman pada Perang Dunia II mampu berperang sendirian melawan seluruh negara eropa, negara kecil yang dihimpit di eropa tengah yang bernama Jerman itu mampu menaklukkan hampir seluruh Eropa, karena Blitzkrieg ini.

Wilayah yang dikuasai Jerman selama Perang Dunia II. Hampir seluruh eropa.
Sumber: wikipedia.org



65 tahun sesudah itu, tahun 2010, dimulailah musim 2010-2011 dalam sepakbola, dan diakhir musim, tepatnya bulan Mei 2011,  muncullah Klub sepakbola kuning nyentrik dan terang yang mengguncang tanah Jerman. Borussia Dortmund! mereka menjadi juara Bundesliga, kasta sepakbola tertinggi Jerman. 

Sumber gambar: footballplanet.forumfree.it

Dortmund, adalah tim yang sudah lama tak mendapat trofi liga Jerman. Dortmund juga bukan kekuatan sepakbola Jerman yang mengerikan waktu itu, macam Bayern Muenchen, atau Bayern Leverkusen, Werder Bremen, Schalke, dan Hamburg SV. Hadirnya Dortmund yang menjadi juara Bundesliga jelas menandakan suatu hal: KEBANGKITAN! Adanya raja baru dan pemai baru dalam perburuan juara.

Dortmund toh bukan hanya keajaiban sesaat saja, bahkan musim berikutnya, mereka sukses mempertahankan gelar juara (2011-2012) dan musim berikutnya lagi (2012-2013) mereka mampu menembus final Liga Champions Eropa, sebelum akhirnya dikembalikan ke tempat seharusnya mereka berkubang oleh Bayern Muenchen, musuh langganan mereka di Liga Jerman.

Tiga tahun itu terasa bagai keajaiban. Sebelum tahun 2010,Dortmund adalah tim pesakitan. Seperti Republik Weimar (Jerman), yang menjadi pesakitan karena kalah perang dunia I , dan harus membuang nama "Jerman" dan memakai nama "Weimar" untuk bertahan hidup. Bedanya, Dortmund tetaplah Dortmund. Apa yang membuat Dortmund mampu 'bangun' dan menjadi suatu kekuatan sepakbola yang diperhitungkan di Jerman?

'Gegenpressing', suatu nama, suatu ide, dan suatu mahakarya dari otak kesuksesan Dortmund. Sama seperti Blitzkrieg, Gegenpressing adalah suatu taktik/strategi. Untuk menciptakan suatu kemenangan kilat, untuk menciptakan kemenangan kilat, dan kejayaan kilat.


Alur dasar Sepakbola dan Gegenpressing. Sumber: fandom.id

Dalam sepakbola, ada alur dasar yang harus dipahami. Katakanlah ada tim A melakukan penyerangan ke tim B, berarti ada usaha untuk mencetakkan gol ke gawang musuh. Untuk itu, tim A harus menguasai bola, seluruh pemain harus maju dan mencari cara untuk mencetak gol. Inilah namanya 'fase menyerang'

Lalu, ketika tim A gagal melakukan penyerangan, entah itu bola yang ditendang ditangkap kiper tim B atau belum sempat menendang bola, sudah direbut atau salah melakukan umpan oleh pemain tim B, maka otomatis tim A akan mundur dan membuat barisan pertahanan. Momen 'mundur mencari posisi dan sikap' untuk bertahan yang dilakukan tim A ini dinamakan "transisi".Entah transisi menyerang ke bertahan, atau sebaliknya. Dan kemudian, tim B yang pada awalnya diserang, kini memulai hal sebaliknya. "Maju mencari posisi dan sikap" untuk menyerang, dari awalnya bertahan menghadapi serangan tim A menjadi maju melancarkan serangan pada tim B.

Namun, Gegenpressing hadir, untuk membuat "fase kilat" untuk mewujudkan filosofi "menyerang adalah cara bertahan yang baik". Gegenpressing ada untuk melawan sikap alamiah dalam sepakbola. "Ketika sebuah tim gagal menyerang, maka pemain akan mundur", hal macam itu cuma dongeng terkutuk dalam Gegenpressing.

Ketika gagal menyerang, maka seorang pemain dengan segenap tumpah darah akan maju mati-matian merebut bola. Melanjutkan fase penyerangan yang tertunda tadi, tidak ada kata mundur dan melakukan 'transisi'. Menyerang adalah harga mati!

Singkatnya, Tim A maju menyerang dan memulai fase penyerangan. Ketika fase penyerangan yang dilakukan tim A gagal, maka tidak serta-merta tim A mundur dan memulai transisi menyerang ke bertahan. Tim A justru melakukan usaha presssing/merebut bola yang didapat tim B dari tim A. Mengembalikan hak yang direbut! Begitulah kiranya. Hal ini bukanlah tindakan konyol diluar nalar, karena jelas, ketika Tim B mampu menggagalka/merebut bola dari tim A, mereka masih belum jelas dan belum punya rencana untuk melakukan sesuatu. Masih dalam fase "bingung" dan "berpikir" untuk , "mau diapain ya bola ini?"

Gegenpressing muncul sebagai manifestasi permainan sepakbola yang gentlemen, spartan, dan penuh semangat, agresif, melambangkan kejantanan pria. Hal ini berlawanan dengan gaya sepakbola saat itu, tahun 2010, yang taktis, penuh skill, seolah skill itu hanya dinisbahkan kepada alien tertentu.

Memang, Gegenpressing sejatinya bukan hal baru dalam dunia sepakbola, namun, Gegenpressing adalah terobosan dimana saat itu, tahun 2010, dunia sepakbola sangat mendambakan permainan ultra-possesion milik Barcelonanya-Pep. Tiki-taka/Tiqui-taca.



***************

Tahun 2017, tujuh tahun berlalu setelah "Gegenpressing" tampil memukau dunia. Apakah ia memukau dunia, betul-betul memukau dunia?
Dortmund tidak pernah mencapai Quintuple seperti yang diraih Barcelona pada musim 2010-2011, musim yang sama ketika Dortmund juara! Naasnya, di pertengahan Musim 2014-2015, Dortmund menghuni juru kunci liga Jerman, menjadi tim paling bawah, paling dasar, paling busuk! Dimana Gegenpressing?

Hampir Lupa, Juergen Klopp,merupakan sosok yang menghidupkan Gegenpressing. dari 2008 hingga 2015 ia berjibaku mati-matian di Dortmund, mencoba 'membangkitkan' Dortmund menjadi Elang Germania seperti Bayern Muenchen.

Jurgen Klopp, sang pembangkit Gegenpressing. Sumber: Irish time

Ia sukses membuat Dortmund menjadi tim penantang Juara di Jerman, tim disegani, meskipun pada akhirnya, kita tahu bahwa Raja Jerman masih diemban oleh Muenchen.
Namun, cara perpisahan Klopp dengan Dortmund, sungguh tidak elegan dan mencerminkan seorang 'Fuhrer agung' maupun 'Frederick agung'

Musim 2014-2015, Dortmund mengakhiri musim di peringkat ke-7. Apakah peringakat 7 menandakan seorang Juara? Tidak, Musim itu, Gegenpressing ditelanjangi, pola gegenpressing sudah dibaca, dan hasilnya, seperti Adolf Hilter, yang mungkin depresi ketika Jerman kalah di Stalingrad, Dortmund limbung, terkatung-katung, dan meskipun dewi fortuna masih menyelamatkan Dortmund, hal ini menjadi peringatan bahwa Gegenpressing sudah dibaca! Seperti Blitzkrieg yang sudah sangat dipahami oleh Uni Sovyet, Britannia, dan Amerika Serikat.

Namun, ide tidak akan mati bukan? Klopp pergi dari Dortmund. Ia 'membuang' dirinya. Dan beruntung, Klub yang ada di baratlaut Inggris Liverpool mau menampungnya. Sama seperti Dortmund saat awal-awal didatangi Klopp, Liverpool adalah tim pesakitan. Butuh kebangkitan besar-besaran!

***
Sayangnya, kisah sama kembali terulang. 2015-2016, Liverpool masih pada habitatnya. Termenung seperti pesakitan! Pertengahan Musim 2016-2017, pun masih belum nampak tanda seperti, ketika Jerman mampu menumbangkan Perancis, menduduki Paris dan berkata "Dimana Napoleon kalian? dia sudah mati owkaokwaokaokwa"

Sumber Gambar: bola.net

Yang ada, Klopp hanya membawa Liverpool melewati Garis Maginot, konon katanya pada perang Dunia I, garis itu tak mampu ditembus oleh Luddendorf, salah satu panglima militer Kekaisaran Jerman. Melewati garis tak berarti ketika engkau mendapat satu kota, begitupula dengan prinsip "Kemenangan Heroik dan Permainan indah tak ada artinya dibanding Trofi"

Gegenpressing dan Blitzkrieg sama-sama sebuah mahakarya hebat, akan tetapi jangan lupa, Blitzkrieg lumpuh di Kiev, lumpuh di Stalingrad, dan lumpuh pada musim dingin! Gegenpressing? Ah Sudahlah.

1 komentar:

  1. Sama seperti Blitzkrieg, Gegenpressing pun pada akhirnya tunduk di Kiev.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.