Header Ads

Aksioma Cinta, Pembuka Akku, Akku Aku, Akku, Akku Dua, dan Akku Terakhir

Sumber Gambar: tribunnews.com

Aksioma Cinta

Telah banyak kesalahan dilahirkan 
Lewat rahim sebuah takdir 
Tapi sang takdir tidak pernah mengeluh
Merawat tanpa menodong senjata
Tak menagih ucapan, "Terima Kasih"

Terima kasih banyak justru dilantunkan kembali
Untuk sang takdir
yang telah membocorkan sedikit warta di Lauh Mahfudz
pikirku

Sekarang aku bisa tegak melihat sejuta-juta milyar anak-anak manusia
yang saling bunuh
Awan terpisah dari langit
Namun kalau aksioma cinta telah dirumuskan
Aku dan kau akan bersama lahirkan sintesa
Semai sepoi benih perdamaian

Kita tidak akan pernah bisa berpisah sedetakpun
Kau disana bernyanyilah melantun cerita
untuk anak kita dikala nanti

Sementara aku
Akan menjadi martir suci menantang waktu
dan mungkin akan menentang takdir!

Rawadenok, 2013


Pembuka Akku

Menangis hati tapi kaki tidak pernah meneteskan air
Simpan semua tangisan untuk dipertukar-tunjukkan pada penjaga neraka
Pisahkan domba-domba begundal dengan domba-domba pandir
Yang bisanya hanya menyembah abimana!

Kalau umur sudah dipenghusung deru
Titahkan ulat untuk menampuk mahkota
Disitu ada seorang anak muda
Memikul dosa seluruh anak-anak Adam hingga kiamat
Mati sia-sia dibunuh waktu! Mati sia-sia tapi bahagia meledak! 

Pamulang, 2013

Akku Aku

Riuh suara desing peluru buat
Damai menjadi deru
Disini tidak akan pernah terpatri
Sebuah cita guna tumbuhkan sebuah pohon
Dan tidak akan
Pernah ada sebuah cerita tanpa kawanan singa yang renta,
Singa tua dan sudah ringkih. Meminta ditiadakan!
Tapi disini aku berseru

Melihat cermin, tampakkan jaguar
Melihat langit, tampakkan elang terbang dengan tinggi
Melihat laut, tampakkan kuda laut bersayung-sayung menantang arus
Tapi aku hanya bisa mendengkur
Nyanyikan emas bergelimang dalam kecap takabur
Menangis hanya untuk hadirkan imaji boyak pelengkap hembusan angin

Jika boleh, maka aku akan. Aku akan!
Aku akan mati seribu kali selalu
Aku akan mati menerjang peluru 
Di padang ilalang penuh darah 
Izinkan aku untuk menjadi gila nan teramat sangat 
Pergi mengelam diri dari ujung langit
Terhempas berserakan mencium tanah

Aku berbunga ditewaskan beribu-ribu kali
Menenteng pedang hempaskan anak-anak manusia
Aku akan mati memburu jaguar di laut lepas yang berkilauan
Tanpa bersua siapapun
Tanpa suara apapun
Sendirian
Sedan tanda hati bercahaya
Tanpa isak

Tapi darah ini membara sangat
Api berkobar di kepala
Mata memerah lontarkan ribuan peluru kendali
Aku ingin mati beribu-ribu kali selalu! Selamanya

Pamulang, 2013

Akku

Matahari datang tembuskan sinarnya sampai ke rabu
Rabu menangis, lirih
Tapi tiada tergerak

Aku hanyalah begundal yang cuma bisa memburu sesama
Khotbahkan pasal-pasal pergundalan untuk
Bisa hidup lebih lama lagi

Tapi matahari selalu lahir dalam wujud apapun
Beribu-ribu kali matahari terbit aku tak jua mati
diburu sepi

Aku ingin mati beribu-beribu kali
Teriak menerjang kiamat membela tanah sepetak
Yang dahulu kau beri

Bahkan bila neraka tetap menanti dengan penuh senyum
Aku tetap ingin mati beribu-ribu kali

Pamulang, 2013


Akku Dua

Aku ini sudah tua sudah koma sudah tak kuasa menahan
Pecah sudah kau dengar
Tapi tiada pernah menggetarkan diriku
Pecah ini kusebut sebagai pecah biadab!

Hanya menjadi sampah begundal untuk lepaskan iba
Aku bukan ampas kucing yang terpisah dari abimananya

Aku adalah tentara darah yang siap menerjang kematian
Aku adalah tentara hijau yang siap lari menggapai kehidupan
Pokoknya aku ingin mati beribu-ribu kali kembali!

Pamulang, 2013

Akku Terakhir

Aku lihat cermin pertemukan daun dengan pohon
Yang sebenarnya tidak pernah terpisah
Mereka sejatinya seabadi-abadinya selalu bersama!

Aku lihat televisi pertemukan ombak dengan pasir pantai
Yang sebenar-benarnya tidak pernah beradu
Mereka sejatinya selalu bersatu padu hingga menyaru-nyaru!

Aku ingin seperti mereka semua
Tapi rantai neraka membelit leherku, erat
Maka dari itu aku ingin membinasakan rantai neraka ini!

Aku ingin membesit kencang di taman darah
Bersatu padu bersama para martir suci yang telah
Sembahkan darah untuk mereka yang kemudian

Aku ingin tewas beribu-ribu kali
terkubur jutaan kali!
Sebagai begundal yang pernah mati untuk perjuangan!

Pamulang, 2013


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.